Kembali ke Berita
Berita

Karhutla Kepung Riau, UHTP dan BEM Turun Bagikan Masker kepada Warga

Oleh Humas UHTP

Karhutla Kepung Riau, UHTP dan BEM Turun Bagikan Masker kepada Warga

Humas-UHTP Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHTP turun langsung membantu masyarakat. Masker medis dibagikan kepada warga sebagai langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polutan.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus respons terhadap kondisi kualitas udara yang terdampak karhutla di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu (30/8/2026) dan dihadiri Wakil Rektor III UHTP Ahmad Satria Effendi, SKM., M.Kes., bersama jajaran fungsionaris BEM UHTP.

Ahmad mengatakan, keterlibatan civitas akademika dalam menghadapi persoalan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

“Inisiatif kolektif ini merupakan manifestasi penting dari kristalisasi karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul secara komprehensif dalam domain akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecerdasan ekologis yang tinggi,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan, UHTP terus mendorong mahasiswa untuk mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan dan krisis lingkungan.

“UHTP secara konsisten menginternalisasi peran aktif mahasiswa untuk hadir secara inklusif, tanggap bencana, dan menjadi akselerator solusi kontekstual saat masyarakat Riau berhadapan dengan krisis lingkungan,” lanjutnya.

Presiden Mahasiswa BEM UHTP Syahradi Ramatul mengatakan, gerakan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk ancaman polusi akibat karhutla.

“Sebagai simpul artikulasi gerakan mahasiswa, BEM UHTP berkomitmen untuk berdiri di garis terdepan dalam merespons ancaman bahaya polutan karhutla terhadap publik. Distribusi pelindung pernapasan ini adalah artikulasi nyata atas keberpihakan kami terhadap keselamatan masyarakat,” ujar Syahradi.

Ia menegaskan, BEM UHTP akan terus mengawal persoalan lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat Riau.

“Kami akan terus mengawal isu-isu ekologis guna memastikan pemenuhan hak kedaulatan warga Riau atas lingkungan dan udara yang sehat,” katanya.

Pembagian masker tersebut diarahkan sebagai langkah promotif dan mitigatif untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak karhutla.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.

UHTP mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama krisis kualitas udara berlangsung. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengoptimalkan penggunaan alat pelindung diri, terutama ketika kondisi udara tidak mendukung.

Melalui aksi tersebut, UHTP dan BEM UHTP menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman di lapangan, tetapi juga kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam melindungi kesehatan warga yang terdampak.